Bagian – Bagian Ka’bah yang perlu Anda Ketahui

Kabah-Bagian-Dalam
Kabah-Bagian-DalamKa’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di dalam Masjidil Haram di kota Mekkah. Ka’bah merupakan bangunan yang dijadikan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib diziarahi umat Islam pada saat musim haji dan umrah.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” Al- Imran, ayat 96.
Bangunan Ka’bah berbentuk kubus, dengan ukuran 12 x 10 x 15 (lihat foto ilustrasi bagian-bagian Ka’bah). Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim serta dipugar pula oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, saat beliau berada di Makkah atas perintah Allah. Ka’bah disebut juga sebagai Baitullah, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an:
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” Ibrahim, ayat 37.
Pintu ka’bah berada di sebelah timur dengan tinggi 3,10 m dan lebar 2m. Ketinggian pintu Ka’bah dari lantai thawaf mencapai sekitar 2,25 m. Pintu Ka’bah telah mengalami beberapa kali perubahan, dan pintu yang sekarang merupakan perubahan atas perintah Raja Khalid Bin Abdul’aziz Ali Su’ud. Pembuatannya telah dilakukan dengan menelan biaya sekitar 13 juta Riyal Saudi dan menggunakan 280 kg emas murni serta menghabiskan waktu selama satu tahun penuh yaitu pada tahun 1398 H. Bagian yang dikenakan kain Ka’bah disebut burqu’.
Pintu Ka’bah memiliki kunci khusus yang dipegang oleh keluarga Asy Syaiby. Atas perintah Rasulullah SAW Bani Syaibah dipercaya sebagai pemegang kunci Ka’bah dan saat ini dipegang oleh Sheikh Abdul Qader al-Shaibi sebagai keturunan Asy Syaibi. Kunci khusus Ka’bah telah mengalami beberapa kali perubahan, dan yang saat ini digunakan terbuat dari emas murni 18 g dengan ukuran panjang sekitar 35 cm.
Struktur-dan-Ukuran-Kabah
Pada zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as pondasi bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir pada saat Rasulallah SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi Ka’bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan Ka’bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian Ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi Ka’bah.
Kabah-Masjidil-Haram
KISWAH KA’BAH
Anda pasti sudah tahu apa itu Kiswah? Kiswah adalah kain/ selimut hitam penutup Ka’bah. Tujuan pemasangan Kiswah adalah untuk melincungi Ka’bah dari kotoran, debu serta panas terik matahari yang kemungkinan dapat merusaknya. Selain sebagai penutup Ka’bah, Kiswah juga sebagai perhiasan Ka’bah.
Menurut sejarah, Kiswah tidak selalu berwarna hitam seperti saat ini. Kiswah pertama justru berwarna hitam berlajur – lajur dan terbuat dari kain dari Yaman. Sedangkan pada masa Khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah dibuat dengan warna dasar putih. Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah (sekitar abad 16 M) dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasarkan perintah Muhammad ibnu Sabaktakin. Karena perubahan warna Kiswah dari tahun ke tahun, maka mengusik benak Kalifah al-Mamun dari Dinasti Abbasiyah, dan akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yaitu hitam. Hingga saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam.
Kiswah ditetapkan terbuat dari sutera hitam. Dulu, kiswah yang terbuat dari sutera hitam didatangkan dari Mesir yang biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir. Tradisi pengiriman kiswah dari Mesir ini dimulai pada zaman Sultan Sulaiman yang memerintah mesir pada sekitar tahun 950-an H sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an. Setiap tahun Kiswah yang indah ini selalu dikirimkan dari Mesir ke Makkah melalui jalan darat dibawa oleh para rombongan haji menggunakan tandu yang dinamakan mahmal. Rombongan ini dipimpin oleh seorang Amirul Hajj.