Cahaya Ma’rifat dalam Al Fajr

Cahaya-Marifat-dalam-AlFajr

Cahaya-Marifat-dalam-AlFajrFirman Allah dalam Q.S Al Fajr 27-28 yang artinya:

“Hai nafsu (jiwa) yang tenang (suci). Kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan (hati) yang ridha dan diridhai.”

Sesungguhnya telah jelas tersampaikan pada ayat diatas bahwa sesungguhnya jiwa yang tenang adalah jiwa yang senantiasa kembali kepada Tuhannya baik dalam kondisi lapang maupun sempit, susah ataupun senang, ragu maupun yakin, dan berbagai situasi serta kondisi jiwa yang kompleks. Manusia yang senantiasa sadar Allah dan fokus Allah, maka jiwa dan bathinnya akan senantiasa terjagakan oleh curahan cahaya kesucian Sang Ilahi dengan atas kehendakNya. Sehingga dalam setiap aktifitas gerak hati, pikir maupun tubuh, mengalir cahaya kemurnian nan termuliakan dengan atas kehendak Allah. Itulah manusia yang berada dalam dimensi keridhaan Allah yang sebenar-benar keridhaanNya dengan atas kehendakNya.

Dialah Allah ‘Azza wa Jalla Sang Penggenggam jiwa tiap manusia. Segala apapun yang mengalir dalam jiwa dan hati manusia, sekecil apapun itu bahkan sampai tak terhinggakan, merupakan bagian dari sorot cahayaNya yang tak terhinggakan, karena hanya Dialah Rabb Semesta Alam Yang Maha Tak Terhinggakan. Curahan cahayaNya tak terbataskan dan tak terjangkaukan oleh apapun dan siapapun. Curahan cahaya murniNya tak tersekatkan oleh dimensi ruang dan waktu. Manusia yang senantiasa sadar akan Allah dan fokus hanya kepada Allah, adalah manusia yang ridha terhadap curahan kehendak Allah yang terperjalankan pada dirinya. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang ridha dan diridhai olehNya dengan atas kehendakNya.

Manusia berfikir dengan akal, merasakan dengan hati dan bertindak dengan anggota tubuh, seluruhnya adalah bagian dari alur kehendak Allah. Oleh sebab itu, sudah sepantasnyalah kita sebagai makhluk Allah, senantiasa sadar akan Allah dan fokus kepada Allah pada segenap dimensi aktifitas hati, pikir dan tubuh yang mengalir secara harmonis, selaras dan seimbang dengan atas kehendak Allah. Itulah jiwa yang murni, yang akan mendapatkan kebahagiaan nan sejati, baik ketika di dunia hingga kelak di akhirat dengan atas kehendak Allah.