10 Hal-Ihwal Mati dan Kematian, Kubur dan Azab Kubur

Hal-Ihwal Mati dan Kematian
57 / 100

Soal mati dan kematian, kubur dan adzab (siksa) kubur harus dicari dalam Quran dan Hadits2 Nabi, tidak dapat dicari pada buku2 yang lain, atau ditimbang-timbang dengan akal pikiran saja, karena persoalan alam akhirat keseluruhannya adalah soal-soal ghaib yang tidak dapat dialjabarkan, tidak dapat dihitung dua kali dua empat, tetapi hanyalah soal keimanan belaka.

Bagaimana yang dikatakan Allah dan RasulNya, ya begitulah dia. Dibawah ini dipetik beberapa ayat dan Hadits yang bertalian dengan hal itu:

Kesatu

Allah berfirman dalam Al Quran yang artinya: Sekalian yang’ berjiwa akan mati. Dan pahala untukmu akan dicukupkan di akhirat. Maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan di masukan kedalam surga, itulah orang yang beruntung sekali. Kehidupan di dunia hanya bersenang2 sebentar (Aali ‘Imran : 185).

Hal ini dapat dilihat dengan mata kepala;

Banyak orang yang hidup dulunya sekarang sudah mati. Bahkan kawan-kawan, sanak-saudara, ibu-bapak kita, dulu mereka ada sekarang tidak ada lagi, semuanya sudah mati. Dan kita pun kalau sudah datang ajalnya mesti mati, tidak boleh tidak.

Kedua

Mati itu mesti datang kepada sekalian yang bernyawa. Mungkin dagangnya pada ketika sekarang atau datangnya serentak pada ketika ditiup sangkakala oleh malaikat Israfil pada hari qiyamat, sebagaimana yang dikatakan Tuhan dalam kitabNya:

Artinya : Dan ditiup sangkakala sehingga mati sekalian yang berada dilangit dan dibumi, kecuali orang yang dikehendaki T ulzan belum akan mati, kemudian sangkakala ditiup sekali lagi maka mereka (yang telah mati itu ) bangun lagi menunggu hukum dari Tuhan ( Az Zumar : 68).

Maksud ayat ini ialah, bahwa pada ketika kiamat telah datang dltillplah sangkakala oleh malaikat Israfil, sehingga ketika itu mati sekalian yang berjiwa, kecuali Israfil yang meniup sangkakala itu karena tugasnya belum selesai. .

Kemudian sesudah 40 tahun masa tenang ditiup lagi sangkakala yang kedua kalinya, maka semua manusia yang telah mati itu bangun kembali untuk menghadap Tuhannya.

Angka 40 tahun ini diambil dari suatu hadits yang dirawikan oleh Ibnul Mubarak dari Saidina Hasan, bahwasanya Nabi berkata: ”antara dua tiupan itu 40 tahun” (Tafsir Qurthubi Juz XIII, hal. 240).

10 Hal-Ihwal Mati dan Kematian, Kubur dan Azab Kubur 3

Ketiga

Harus diyakini dan kenyataannya memang begitu, bahwa apabila aja] sudah tiba manusia tidak dapat mengundurkan atau memajukan barang sedetik ajalnya itu, dan ia lantas mati. Berkaitan dengan hal ini, Allah berfirman dalam al-Qur‘an yang Artinya :

“Tiap-tiap umat mempunyai ajal sendiri-sendiri, maka apabila tiba ajalnya mereka tak dapat mengundurkan atau memajukanbarang sedetikpun ( Al A’araf : 34 ).”

Kalau ajal sudah datang, ya wafatlah orang itu ketika itu. Orang yang mati terbunuh pun mati menurut ajalnya. Kalau ia tidak terbunuh ia akan mati juga pada ketika itu.

Keempat

Orang yang menghadapi kematian, yaitu pada waktu jiwa akan keluar dari tubuh, sebaiknyalah (sunat) ditalqinkan (diajarkan membaca) kalimat tauhid ”Laa Ilaaha Ilal Lah”, sebagai yang diperintahkan oleh Nabi kepada kita. Tersebut dalam kitab Haciits Muslim:

Artinya: Talqinkanlah orang yang. akan mati kalimat La Ilaaha Illal Lah” ( H S. R. Imam Muslim lihat Syarah Muslim Juz VI, hal. 219).

Maksud diajarkan kalimat Tauhid ini ialah supaya ia diharap’ kan membaca kalimat Tauhid diakhir perkataannya, disebabkan Nabi ada mengatakan, yang artinya begini: ”Barangsiapa yang akhir perkataannya didunia ini kalimat Tauhid, maka ia masuk surga”.

Kelima

Dan sunat juga (baik sekali) membacakan Surat Yasin dihadapan orang yang akan mati itu untuk memudahkan jiwanya keluar.

Nabi pemah mengatakan :

Artinya: Bacakanlah Surat Yasin dihadapan orang yang akan mati (H. S.R. Abu Daud -Sunan Abu Daud Jilid III hal. 19).

10 Hal-Ihwal Mati dan Kematian, Kubur dan Azab Kubur 4

5 Hadist Nabi Pilihan tentang Mati dan Kematian

Keenam

Mayat itu sesudah pasti wafatnya lantas dimandikan. Hukum memandikan fardlu kifayah bagi sekalian orang Islam yang mengetahui kematian itu. Kalau sudah ada satu atau dua orang yang &, memandikan cukuplah, tetapi kalau tak ada yang memandikan sama sekali, maka berdosalah seluruh orang dalam negeri yang mengetahui kematian itu. Pada ketika anak Nabi Siti Zainab meninggal beliau memerintahkan supaya dimandikan Dalam kitab Hadits tersebut:

Artinya : Dari Ummi ’A thiyah Rda. beliau berkata : Tatkala wafat Siti Zainab Rda. anak Rasulullah Saw., beliau ( Rasulullah ) memerentahkan kepada kami supaya memandikannya dengan cara ganjil, yaitu 3 atau lima kali. T aroklah pada yang kelimanya sedikit kafur ( H.S.R. Imam Muslim lihat. Syarah Muslim. Juz VII, hal. 4).

Ketujuh

Mayat sesudah dimandikan lantas dikapani, sebaiknya dengan 3 lapis kain katun yang putih. Nabi mengatakan,

Artinya : Dari sahabat Nabi Samurah Rda. beliau berkata : Nabi Muhammad Saw. pernah berkata : Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena putih lebih bersih dan lebih baik, dan kapanilah mayatmu dengan kain yang putih itu ( H .R, Imam Nisai, lihat Sunan Nisai Juz I V, hal. 34).

Itu tentang warna. Adapun tentang berapa lapis tersebut dalam Hadits begini:

Artinya : Dari Siti ‘Aisyah ( Ummul mu’miniin), beliau berkata ; Rasulullah Saw. dikapam’ dengan tiga lapis-lapis kain putih, buatan Yaman terdiri dari katun ( H .R. Imam Nisaa lihat Sunan Nisai Juz IV hal. 36).

Kedelapan

Sesudah dimandikan dan dikapani barulah disembahyangkan. Ingatlah, bahwa tidak boleh disembahyangkan kalau belum dimandikan. Tersebut dalam kitab Hadits:

Artinya : Dari ‘Imran bin H ushain Rda. beliau berkata’: Berkata Rasulullah Saw. : Bahwasanya saudaramu ( maksudnya seorang M uslim ) telah wafat. Bangunlah dan sembahyangkanlah ia ( H.S.R. Nisai-lihat Sunan Nisai Juz IV, halaman 57). ”

Sebaiknya yang menyembahyangkan itu banyak orang, 40 orang atau seratus, atau lebih dari seratus. Kalau dapat dibuat sekurangnya tiga saf, karena dalam beberapa hadits ditemukan bahwa hal ini baik sekali dan dapat membebaskan orang yang disembahyangkan itu dari siksa kubur.

Nabi Muhammad Saw. pernah mengatakan:

Artinya : Dari Ummilmu’miniz’n Siti ‘Aisyah Rda. beliau berkata: Berkata Nabi Muhammad Saw. : Kalau mungkin orang yang mati itu disembahyangkan oleh 100 orang, kalau mereka memberi syafa’at kepada orang itu, tentu mereka dapat memberi syafa’at baginya ( H.I.R. Tirmia’zi lihat Sunan Tirmidzi Juz IV, hal. 247).

Talqin Mayit

Kesembilan

Sesudah dimandikan, dikapani dan disembahyangkan, lantas dikuburkan. Tersebut dalam kitab Hadits begini:

Artinya : Dari.Sa’ad bin A bi Waqash Rda. beliau berkata pada ketika sakit akan mati : Buatlah lahad dalam ‘kubur saya, tutuplah lahad itu dengan tanah keras, seperti yang dibuat pada “kubur Nabi Muhammad Saw. ( H. Riwayat Muslim Syarah Muslim Juz VII, hal. 33 dan 34).

Jadi, Nabi dikuburkan dalam kubur yang pakai lahad. Nabi, Shahabat, Khalifah2 Rasyidin, Tabi’in, Tabi’ Tabi’in, kalau mati semuanya dikuburkan dalam tanah.

Kesepuluh

Sesudah dikuburkan dan tanah sudah diratakan, pengantar2 jangan pulang buru2 tetapi harus mendo’a memohon kepada Tuhan supaya mayat itu tabah dalam menjawab pertanyaan2 malaikat Munkar dan Nakir. Tersebut dalam kitab hadits begini :

Artinya : Dari Utsman bin ‘Affan Rda. beliau berkata: Adalah Rasulullah Saw. apabila selesai menguburkan mayit beliau berdiri ‘ dan berkata kepada pengantar2 yang lain : mohonkanlah supaya ia tabah ( menjawab pertanyaan2) karena ia sekarang sedang akan ditanya ( H .R, Abu Daud -Lihat Sunan Abu Daud III, hal. 215).