Konsep Dasar Kedermawanan dalam Islam

Dermawan, dalam pengertian harfiah adalah seorang yang suka memberi. Sedangkan pengertian secara terminologi kema’rifatan adalah gerak kendali hati yang muncul sebagai ruas keinginan diri untuk memberi suatu hal berarti pada jiwa manusia lain yang berkekurangan, sedang diri lagi berlebih akan suatu hal tersebut. Namun, di sisi lain muncul pengertian ma’rifat yang lebih luas lingkupnya, yakni secara terminology ma’rifat adalah gerak kendali hati akan keinginan untuk memberi sesuatu pada jiwa lain, dimana disesuaikan dengan kondisi diri si penderma dan penerima secara lahiriah dan bathiniahnya. Dimana si penderma pun harus sadar akan Allah dan mem-fokuskan diri hanya pada Allah, mulai dari dia berniat untuk memberi hingga dia telah selesai, termasuk saat proses itu berlangsung. Demikian pula si penerima juga harus sadar akan Allah dan mem-fokuskan diri hanya pada Allah, saat dia menerima pemberian orang lain. Rumit nampaknya, tetapi itulah yang lebih bersifat menyeluruh dan seimbang satu sama lain

Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan adanya kesinambungan gerak hati, pikir dan tubuh dalam mempertimbangkan dan memahami suatu hal baik yang diluar diri atau didalam diri. Jikalau si penderma dalam kondisi berkecukupan, mampu mengendalikan diri untuk tidak boros maka dia pun disarankan untuk sedekah. Apalagi saat diberi rezeki lebih oleh Allah, maka sudah seharusnya bersedekah, dengan sadar akan Allah dan mem-fokuskan diri hanya kepada Allah. Dengan demikian, tidak sia – sialah sikap kedermawanan diri yang sadar akan Allah dan focus hanya kepada – Nya pula. Sebab kita telah benar – benar mendapat dua manfaat sekaligus demi kehakikian hidup diri di dunia hingga akherat kelak, dengan atas kehendak Allah.