Muroqobah

Berdoa-dalam-Keheningan
57 / 100

Muroqobah menurut bahasa berarti pemantapan tujuan. Sedangkan secara ilmu terminology, memiliki makna memelihara dan menjaga kemantapan hati akan tujuan yang satu yakni Allah ‘Azza Wa Jalla. Dimana pergerakannya harus disikapi dan tersikapi dengan penuh kesadaran diri akan Allah dan memfokuskan diri hanya kepada – Nya pula.

Muroqobah dapat dikatakan sebagai tahapan dalam rangka pengokohan kemantapan diri akan tujuan hakiki manusia, yakni Allah ‘Azza Wa Jalla. Perputaran gerak olah hati dan olah pikir dalam dimensi muroqobah mencakup alur kemandirian akan pemantapan diri untuk menuju Yang Maha Tunggal, Allah ‘Azza Wa Jalla, dengan melalui keharmonisan gerak hati, pikir dan tubuh baik ke dalam diri maupun ke luar diri, dengan atas kehendak Allah.

Pergerakan dimensi Muroqobah mencakup perilaku lahiriah diri atas batin pribadi, dikarenakan adanya kesadaran utuh akan Yang Maha Ghoib dalam setiap perpindahan gerak tubuh. Dimana segala aspek geraknya harus atas dasar kesadaran diri akan Allah dan hanya memfokuskan diri pada Allah pula, dengan demikian akan terbangun Muroqobah murni dengan sebenar Kemurnian – Nya.

Penerapan aspek mendasar dari Muroqobah secara lahir adalah dengan adanya kepekaan diri untuk merespon gerak tubuh lahiriah (atas segala perputaran yang Allah perjalankan) agar selalu terkendalikan oleh kemantapan hati akan satu tujuan pasti, yaitu Allah ‘Azza Wa Jalla. Memang bukan hal yang mudah. Tetapi saat Anda berani untuk mengambil langkah pasti, maka saat itulah awal terbaik untuk Anda dalam ber – Muroqobah hanya kepada Allah, dengan atas kehendak – Nya pula.