Pena SAFA – Adakah Surga Cinta ??| Musikalisasi Puisi | Melodi Kasih

Penantian Sebuah Surga Cinta

Ketika bulan tlah meneguhkan setianya pada malam
Ketika matahari tlah berjanji menjaga siang dengan teriknya
dan ketika senja tlah rela mengantar sang mentari kembali bersembunyi
Ku tak ingin rasaku seperti bulan atau matahari
Yang tatkala terang datang gelap tiada
Yang ketika gelap menjelma terang pun pergi
Aku pun tak ingin seperti senja,
sekedar datang untuk melukis sebuah warna diantara awan
Itulah sebuah rasa dalam cinta yang berhujung penantian
Cinta yang menaruh harap pada manusia yang penuh iba
Cinta yang tak kembali beradu dalam murninya keindahan Surga

Sungguh jangan kau palingkan wajah kembali pada penantian panjang
Rangkai saja bait bait doa sebagai tangga menuju surga Nya
Surga yang terangnya menembus hingga dunia tiada gelap
Surga yang layaknya lantunan rindu diantara rasa rasa cinta
Iya…rasa cinta yang halal tak ber-asa pada manusia
Iya…rasa cinta yang halal tuk berteduh dalam kehakikian Nya
Takkan ada sebuah cinta yang tak mampu merelakan
ketika kalbu tersadar akan pemilik hati sucinya
ketika jiwa tertahan agar tunduk hanya pada Sang Maha Cinta
ketika segenap cinta telah mengerti pada siapa dia kembali…
Ya, hanya kepada DIA Allah ‘Azza Wa Jalla

Layaknya dedaunan yang berjatuhan, itulah cinta…
Tidak menyalahkan angin yang berhembus, layaknya manusia…
Karena dedaunan mengerti bila jatuh pun atas kehendak DIA, sebagaimana Surga Cinta…
meraih kunci terdalam pembuka pintu surga
bukan sekedar menjamah alas langit tangga surga
Begitulah Surga yang hakiki, Ya, Surga Cinta milik DIA Sang Maha Cinta

Surga cinta di dunia bukan hanya renungan semata
memaknai sebuah ikatan yang penuh kesadaran akan DIA
menjaga detak nadi pernikahan demi jihad kepada Nya
Seperti itulah surga cinta dunia, melebarkan layar keikhlasan
tanpa pinta dan harap pada yang selain DIA, Allah ‘Azza Wa Jalla

Tahukah, sahabat…sungguh indah saat kau mengenal sejauh mata memandang
membuyarkan akal- akal penuh imajinasi tak bertuhan
menyayat rasa ego yang sesak oleh keputus-asaan
Sungguh surga cinta mewangi menyelimuti ketiadaan bumi akan sebuah cinta
bukan kepalsuan akan rayuan kata yang tak berujung kepasrahan
Benar…Surga cinta di dunia adalah nyata…
bukan rayuan bahkan hasrat rindu yang terbuang dalam bungkam
Inilah surga cinta di dunia, menawarkan kebahagiaan dalam Naungan Cinta Kasih Nya
menebarkan benih kehakikian diantara sela nafas ketauhidan
Tak akan pernah ragu akan sebuah kata “Cinta”, dikala hati meredup karena biasa
Tak akan pernah hilang akan cinta di dunia, dikala hati telah yakin akan Takdir Nya

Bicara akan cinta, tak akan pernah habis termakan usia
bahkan dikala hati memberanikan diri untuk sebuah cinta.
Wahai, surga dunia tiada sebuah penantian yang berselimut janji tak bertuan
surga cinta di dunia adalah perhiasan, mengkilat ketika wajah tertunduk dalam sadar
surga cinta dunia adalah benteng kehakikian, menahan rapuhnya jiwa yang tergoda oleh kepalsuan
Iya, benteng pertahanan dalam perang mencapai kesucian Pelukan Nya
dan kemilau perhiasan sebagai senjata berjuang menuju DIA, Sang Maha Cinta

Karya : Pena SAFA